RSS

BADAI PELANGIKU



Penantian panjang yang berujuuuung..............................................entah.

 
Seperti menanti datangnya badai datang. Ya, memang itu menyedihkan. Mengapa menunggu badai yang akan merusak semuanya? Memang, menunggumu seperti badai. Yang nanti mungkin akan merusakku, menyakitiku. Akan tetapi, bodohnya, aku tetap menunggumu diantara hujan yang datang. Hujan berkali-kali datang, tetap kutunggu badai itu. Badai yang akan menyakitiku beribu-ribu kali dari hujan. Mungkin memang tak seindah hujan yang datang dengan rintih-rintih airnya. Siapa yang menyangka, jika setelah badai akan datangnya pelangi. Pelangi yang begitu indah melebihi pelangi setelah hujan reda.

Ketika hujan masih bisa berlindung dibawah payung. Akan tetapi jika badai? Berlindung dibawah rumah. Dan itupun belum tentu akan baik-baik saja. Sekali lagi badai terkadang menghancurkan. Bertahan ditengah badai yang cukup menakutkan memang sulit sekali untuk dapat bertahan disana. 

KU BERTAHAN DITENGAH BADAI YANG CUKUP DERAS. BUKAN HUJAN, BADAI YANG LEBIH MENGHANCURKAN DARI HUJAN, BADAI YANG LEBIH DERAS DARI HUJAN. TETAPI, TETAP DIRI INI MENUNGGU PELANGI SETELAH BADAI BERLALU.

0 komentar:

Posting Komentar